Pengertian dan tipe malware serta bahayanya bagi komputer

Kalian pasti sering mendengar ungkapan malware, seringkali malware bagi orang-orang hanya dikategorikan sebagai virus komputer saja, padahal malware sendiri sangat beragam jenisnya. Sebenarnya apa itu malware? kita akan coba bahas singkat sekaligus kita akan bahas beberapa diantaranya.

Malware adalah singkatan dari Malicious Software atau dalam bahasa indonesia berarti Software yang tidak diinginkan, Malware sendiri adalah software yang dirancang untuk mencuri akses ataupun merusak sistem komputer.

Seringkali pengguna tidak menyadari keberadaan malware-malware ini sampai mereka menimbulkan kerusakan, dan tentunya jika ada malware dikomputer kamu maka sudah pasti itu bukanlah suatu pertanda yang baik.

Malware diklasifikasikan menjadi beberapa tipe, biasanya setiap orang / perusahaan yang bergerak di bidang security memiliki definisi mereka masing-masing, seringkali satu tipe malware memiliki karakterisitik yang mirip dengan malware lain sehingga menyulitkan klasifikasinya.

Malware bisa menyebar melalui berbagai macam media termasuk flashdisk atau cd yang terinfeksi, menginstall software bajakan, menyebar melalui email, dan jaringan komputer. Akibat yang ditimbulkan pun beragam mulai dari menyembunyikan file, memata-matai aktivitas pengguna, merekam ketikan keyboard dan layar, sampai dengan menghapus dan men-enskripsi data.

Berikut adalah beberapa tipe malware yang mungkin bisa kamu jadikan sebagai rujukan :

1. Virus

Kita mulai dari istilah yang paling populer dan banyak dibicarakan orang yaitu virus komputer dan saking populernya semua orang menyebut semua jenis malware adalah virus komputer.

Virus biasanya menginfeksi sistem operasi komputer dan bisa menyebabkan berkurangnya kapasitas harddisk, penggunaan resources memori dan CPU yang berlebihan, membuat komputer tidak dapat bekerja dan bahkan lebih buruk merusak dan menghapus permanen data pengguna yang terinfeksi.

2. Worm

Worm atau dalam bahasa indonesia cacing komputer adalah malware yang menggandakan dirinya melalui jaringan komputer dan memanfaatkan kerentanan atau bug pada suatu aplikasi atau sistem operasi.

Berbeda dengan virus worm memiliki kemampuan menggandakan dirinya didalam harddisk sehingga bisa menyebabkan harddisk menjadi penuh, dan dalam beberapa kasus worm bahakan bisa memiliki kemampuan untuk mendownload malware lain seperti virus ad-ware, trojan, dan lain sebagainya.

3. Trojan

Kalian pasti pernah mendengar cerita perang antara pasukan yunani dengan prajurit kota troya, mirip dengan cerita kuda troya tersebut trojan biasanya bersembunyi didalam aplikasi yang dianggap berguna (biasanya aplikasi crack) dan melakukan hal-hal jahat tanpa disadari biasanya trojan mengandung keylogger yang dapat merekam ketukan keyboard dan juga membuat hacker dapat meremote komputer anda dari jarak jauh untuk mengetahui aktifitas dan memungkinkan hacker untuk mengambil data pengguna.

4. Spyware

Fokus utama malware ini adalah mencuri data aktifitas korban sebanyak mungkin kemudian menjualnya pada pengiklan ataupun untuk keuntungan pribadi.
Data yang dicuri biasanya adalah history browsing, nomor kartu kredit, username dan password, dan informasi berguna lain.

Karena spyware didesain untuk mendapatkan informasi data pengguna sebanyak-banyaknya biasanya spyware tidak mengakibatkan kerusakan pada komputer agar tidak diketahui keberadaannya.

5. Ad-ware

Berbeda dari Spyware yang menjual datanya ke pengiklan,ad-ware adalah malware yang menampilakan iklan yang biasanya disupport oleh pengiklan.
Ciri-ciri komputer anda terinfeksi malware ini adalah browser hijacking yaitu browser anda tiba-tiba membuka dan mengakses situs tertentu, dan setelan browser yang berubah-ubah, serta muncul popup iklan di desktop dan browser komputer anda.

6. Rootkit

Rootkit mirip dengan trojan yaitu sebagai pintu masuk hacker untuk sistem yang pernah disusupi, biasanya rootkit sangat sulit dideteksi karena memang biasanya sangat tersembunyi disistem.

Rootkit digunakan untuk menutupi jejak serta sebagai bacdoor atau pintu masuk jika seandainya hacker ingin masuk ke sistem kembali.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *