Belajar bahasa pemrograman Kotlin: Penggunaan Operator

Sama seperti bahasa pemrograman lain, untuk melakukan suatu perhitungan ataupun modifikasi suatu variabel maka kita bisa menggunakan operator, operator adalah simbol khusus yang digunakan untuk mengubah nilai dari suatu operand (data atau variable yang akan dilakukan operasi oleh operator).

Disini kita akan membahas operator yang biasa digunakan didalam bahasa kotlin baik untuk hitungan matematika, modifikasi string, ataupun operator logika, tanpa panjang lebar lagi mari kita bahas operator dalam bahasa kotlin.

  1. Operator Aritmatika
    Operator aritmatika adalah operator yang biasa digunakan untuk melakukan operasi matematika contoh operator aritmatika adalah:
    + : digunakan untuk operasi penambahan, contoh 1 + 1.
    – : digunakan untuk operasi pengurangan, contoh 2 – 1.
    * : digunakan untuk operasi perkalian, contoh 3 * 1.
    / : digunakan untuk operasi pembagian, contoh 6 / 2.
    % (modulo) : digunakan untuk mencari sisa hasil pembagian suatu bilangan, contoh 5 % 2 = 1.Urutan yang dijalankan operator matematika adalah yang pertama * dan /, kemudian + dan -, baru modulus. Jika suatu operasi matematika berada didalam suatu tanda kurung ( ), maka operasi itu akan diutamankan mendahului simbol operator. Mari kita coba dengan menggunakan kode dengan IntelliJ idea:

    fun main(){
        var hasil1 = (5 + 3) + 2 / 2
        println("hasil1: $hasil1")
        var hasil2 = 8 % 3
        println("hasil2: $hasil2")
        var hasil3 = 5 * 2 - 3
        println("hasil3: $hasil3")
    }

    Pada variabel hasil1 kita melakukan operasi penambahan didalam tanda kurung jadi akan dijalankan pertama setelah itu bilangan 2 / 2 akan dijalankan sehingga hasilnya 8 + 1 = 9.
    Variabel hasil2 kita menggunakan operator modulo untuk mencari sisa pembagian 8 dan 3 = 2.
    Variabel hasil3 kita mencari hasil 5 * 2 setelah itu baru melakukan operasi pengurangan 3 sehingga hasilnya 10 – 3 = 7.

  2. Operator Comparison (perbandingan)
    Operator perbandingan adalah operator yang digunakan untuk membandingkan  2 buah operand, hasil dari penggunaan operator ini adalah boolean true or false, benar atau salah. Contoh operator perbandingan adalah :
    > (greater than) : digunakan untuk menentukan bahwa operand pertama lebih besar dari operand kedua, contoh 4 > 2 maka hasilnya adalah true (benar).
    < (less than) : digunakan untuk menentukan bahwa operand pertama lebih kecil dari operand kedua, contoh 2 < 4 maka hasilnya adalah true.
    == (equal to) : digunakan untuk menentukan bahwa operand pertama dan kedua memiliki nilai yang sama, contoh 2 == 3 maka hasilnya adalah false.
    != (not equal to) : digunakan untuk menentukan bahwa operand pertama dan kedua tidak memiliki nilai yang sama, contoh 2 == 3 maka hasilnya adalah true.
    <= (equal or less than) : digunakan untuk menentukan bahwa operand pertama lebih kecil atau sama dengan operand kedua.
    >= (greater or equal than) : digunakan untuk menentukan bahwa operand pertama lebih besar atau sama dengan operand kedua.
    Contoh penggunaan operator logika:

    fun main(){
       println(2==3)
       println(3>4)
       println(3<4)
       println(5<=10)
       println(3>=3)
       println(3!=4)
    }

    Jika kode tersebut dijalankan, maka hasilnya adalah:

  3. Operator Logika (Logical operator)
    Operator logika adalah operator yang menentukan logic dari antar valiabel atau value, operator logika sama seperti operator perbandingan, mengembalikan nilai dalam bentuk Boolean.
    Contoh operator Logika:
    && (AND) : adalah operator yang menghasilkan nilai true jika kedua operand memiliki nilai benar.
    || (OR) : adalah operator yang menghasilkan nilai true jika salah satu / kedua operand memiliki nilai true.
    ! (NOT) : adalah operator yang menghasilkan nilai True jika operand memiliki nilai False, dan menghasilkan nilai False jika operand memiliki nilai True.

    fun main(){
        println(3 > 2 && 2 < 3)
        println(2 > 3 && 3 > 2)
        println(2 < 3 || 4 < 3)
        println(5 < 6 || 6 > 3)
        println(!true)
        println(!(3 > 2))
    }

    Jika code diatas dijalankan akan menampilkan hasil :

  4. Operator Increment dan Decrement
    Sebenarnya operator berikut adalah termasuk dalam operator aritmatika, tetapi saya masukkan dalam kategori sendiri karena penjelasannya yang sedikit berbeda. Operator Increment dan Decrement adalah operator yang bertugas untuk menambah nilai pada suatu variabel, biasanya digunakan didalam proses pengulangan atau looping.
    Contoh penggunaan operator Increment dan Decrement:

    fun main(){
       var a = 1
       var b = 1
       a++
       println(a)
       ++a
       println(a)
       var c = b++
       var d = ++b
       println("C: $c, D: $d")
       println(b--)
       println(--b)
    }

    Jika kode tersebut dijalankan maka akan menampilkan hasil:


    Perbedaan dari ++ (increment) dan — (decrement) didepan dan dibelakang adalah jika simbol ++ atau — didepan berarti nilainya akan ditambahkan atau dikurangi 1 terlebih dahulu, jika simbol berada dibelakang maka nilainya akan dimasukkan dulu baru ditambah atau dikurangi satu.

  5. Operator Shorthand
    Operator ini juga termasuk operator aritmatika yang biasa digunakan sebagai step (langkah) dalam perulangan.
    Contoh penggunaan operator shorthand:

    fun main(){
       var x = 4
       x+=4
       println(x)
       var y = 5
       y-=3
       println(y)
       y*=2
       println(y)
       y/=2
       println(y)
    }

    Jika kode tersebut dijalankan maka akan menampilkan hasil berikut:


    y+=4 berarti y = y + 4
    y*=4 berarti y = y * n
    y/=2 berarti y = y / 2
    dan seterusnya, operator shorthand sangat berguna untuk menyingkat kode sehingga lebih efektif.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *